Lantai yang rusak tidak selalu berarti harus langsung dibongkar seluruhnya. Satu bagian yang retak atau terlepas mungkin masih dapat diperbaiki. Namun, ketika masalah mulai muncul di banyak titik atau terus berulang, kondisi lantai secara keseluruhan perlu mulai diperhatikan. Ada beberapa tanda yang sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu.

1. Retak dan Pecah Mulai Muncul di Banyak Titik

Satu keping yang retak mungkin masih dapat diganti secara lokal. Namun, jika retak atau pecah mulai ditemukan di berbagai bagian rumah, jangan hanya memperbaikinya satu per satu.

Kerusakan yang semakin luas perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah masalah hanya terjadi pada material permukaan atau berkaitan dengan kondisi pemasangan dan lapisan di bawahnya.

2. Lantai Mulai Terasa Longgar atau Bergerak Saat Diinjak

Pernah merasa ada bagian lantai yang sedikit bergerak ketika dilewati?

Jika kondisi seperti ini mulai ditemukan di banyak titik, lantai perlu diperiksa lebih lanjut. Penyebabnya dapat berkaitan dengan daya rekat, pemasangan, kelembapan, maupun kondisi lapisan di bawah lantai. Ketika masalah sudah menyebar, penggantian pada area yang lebih luas dapat mulai dipertimbangkan.

3. Ada Bagian Lantai yang Mulai Terangkat

Lantai yang sebelumnya rata kemudian mulai terangkat tentu tidak boleh diabaikan.

Pada lantai tile, kondisi ini dapat terjadi ketika tekanan atau pergerakan pada sistem pemasangan membuat material terangkat dari permukaan di bawahnya. Jika sudah terjadi pada banyak bagian dan menyebabkan kerusakan, lantai mungkin memerlukan pembongkaran dan pemasangan kembali.

4. Permukaan yang Tadinya Rata Mulai Berubah

Ada bagian yang terasa turun, bergelombang, atau berbeda saat diinjak?

Perubahan seperti ini penting diperiksa karena masalahnya belum tentu hanya berasal dari material lantai. Kondisi lapisan di bawahnya juga dapat memengaruhi permukaan lantai. Karena itu, sumber masalah perlu diketahui sebelum memasang material baru.

Pilih Titanium Sintered Stone untuk Jangka Panjang

Saat mengganti lantai, jangan hanya mempertimbangkan motif atau warna. Kekuatan material, tingkat penyerapan air, kemudahan perawatan, kualitas produksi, hingga proses pemasangan yang tepat juga penting untuk diperhatikan.

Titanium Sintered Stone diproduksi di Indonesia oleh PT Surya Multi Cemerlang, bagian dari Platinum Ceramics Group yang telah berpengalaman selama 55 tahun di industri tile Indonesia dan telah bersertifikat Halal.

Titanium diproduksi menggunakan Lamina Machine dengan teknologi dari Italia, dengan daya tekan hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan mesin konvensional. Dengan ketebalan hanya 8 mm, Titanium memiliki bending strength di atas 400 kg/cm², tingkat penyerapan air di bawah 0,05%, serta tingkat kerataan hingga ±0,1%.

Format big slab 120×240 cm juga memungkinkan jumlah sambungan yang lebih sedikit sehingga memberikan tampilan lantai yang lebih luas, rapi, dan seamless.

Namun, performa material juga perlu didukung dengan pemasangan yang tepat**.** Untuk format big slab, Titanium merekomendasikan beberapa hal penting, mulai dari memastikan bidang pemasangan rata, kuat, dan bersih, menggunakan tile adhesive yang sesuai, hingga melakukan handling dan pemasangan slab dengan teknik yang tepat. Pelajari panduan pemasangan Titanium Sintered Stone Panduan Instalasi Big Slab Titanium

Renovasi Sekali, Pertimbangkan Materialnya dengan Baik

Mengganti lantai membutuhkan waktu, biaya, dan proses pemasangan. Karena itu, saat renovasi dilakukan, pemilihan material sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilannya saat ini, tetapi juga mempertimbangkan performanya untuk penggunaan jangka panjang.

Titanium Sintered Stone hadir dalam beragam pilihan motif dan karakter permukaan untuk menyesuaikan berbagai konsep interior, sekaligus menawarkan spesifikasi material untuk mendukung kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Sedang mempertimbangkan renovasi lantai? Eksplorasi beragam pilihan Titanium Sintered Stone dan hubungi tim kami untuk menemukan material yang sesuai dengan kebutuhan ruang Anda.